Learning Management System (LMS)

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat mempengaruhi semua bidang kehidupan. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Saya ingat cerita orang tua saya yang sekolah pada tahun 1960-an, mereka menggunakan kertas dan alat tulis yang disebut dengan “sabak”. Alat tulis ini penampakannya seperti alat tulis yang bisa digunakan olah penjahit untuk membuat garis pola pada kain yang akan dijahit.

Proses belajar mengajar terus berkembang hingga sekarang kita berada dizaman yang serba canggih dengan didukung peralatan dan teknologi modern yang membuat kemudahan dalam belajar mengajar.

Kegiatan pembelajaran saat ini sudah menggunakan perangkat komputer dan aplikasi untuk mendistribusikan materi pelajaran. Dukungan teknologi ini membuat kegiatan belajar dan mengajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tanpa terkendala tempat, waktu dan jarak.

Saat ini kita mengenal banyak penyedia bimbel yang menyediakan pembelajaran dengan sistem ini, misalnya ruangguru.com, rumahbelajar yang disediakan oleh Kemendikbud.

Sistem komputerisasi kegiatan belajar yang digunakan untuk mendistribusikan pelajaran dan membuat interaksi antara guru dan peserta didik ini biasa disebut dengan Learning Management System (LSM) atau kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Sistem Manajemen Pembelajaran.

Learning Management System ini digunakan untuk mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari pendaftaran guru, peserta didik, pengelolaan tes dan hasilnya. Dilengkapi juga dengan fasilitas tanya jawab atau diskusi. Semuanya dilakukan secara komputerisasi.

Lalu bagaimana membuat LMS ini ?

Sebenarnya untuk membuat Learning Management System bisa dikatakan tidak terlalu rumit. Kita bisa menggunakan sistem LMS yang banyak dikembangkan saat ini. Perangkat lunak LMS yang saat ini banyak digunakan misalnya Moodle, TutorLMS, Learnpress dan lain-lain. Contoh ini bisa didapatkan dan digunakan secara gratis.

Untuk mengaplikasikan LMS ini kita bisa menggunakannya dengan dua cara. Secara pribadi saya pernah membuat LMS secara lokal dan Global. Secara lokal saya membuat LMS untuk digunakan hanya dalam sebuah tempat (ruang). Aplikasi LMS kita instalasi di server lokal dan bisa diakses oleh para siswa melalui jaringan lokal (LAN).

Jika menginginkan LMS yang bisa digunakan tanpa mengenal tempat dan waktu bisa dibuat secara “Online”. Untuk melakukan ini kita perlu membuat nama domain dan menyewa hosting. Sebagai contoh bisa dilihat disini LMS SMP Lematang Lestari.

Menggunakan LMS memang memudahkan kegiatan belajar dan mengajar. Guru bisa menyampaikan materi pelajaran dalam bentuk teks, gambar dan video. Peserta didik juga bisa mendapatkan materi pelajaran dimana saja dan kapan saja. Kegiatan penilaian (tes) juga demikian. Tinggal atur waktu dan tanggal saja. Dan yang terpenting penggunaan kertas bisa sangat dikurangi.

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial